Internet Myanmar Kembali Dibatasi dan Gagal Akses

Internet Myanmar Kembali Dibatasi dan Gagal Akses
Sukadana post
Senin, 01 Februari 2021

Naypyidaw, Myanmar. Walaupun minat terhadap internet tinggi namun militer Myanmar hanya membatasi akses ke 50 persen penduduk saja. Ke-50 persen penduduk oleh militer Myanmar kembali dibatasi, Senin (1/2/2021).

Media sosial di Myanmar tak bisa diakses lagi membuat kaum muda Myanmar meradang karena internet makin dibatasi oleh militer Myanmar, Senin (1/2/2021). Ist.
“Tahun 2020 ada 22 juta pengguna internet dari 54 juta penduduk di Myanmar. Penetrasinya di kisaran 50 persen,” laporan Telenor Myanmar and Ooredoo Myanmar.

Ooredoo Myanmar melaporkan akses internet dilaporkan terganggu di ibukota Naypyidaw karena kudeta militer, Minggu (31/1/2021) malam. Apalagi pemimpin negara, Aung San Suu Kyi ditahan di ibukota.

Internet mulai ada pertama kali di Myanmar tahun 2000. Setelah 15 tahun ada internet,baru ada kenaikan 12,6 persen karena dukungan 3G oleh dua operator. Pertama, Telenor Myanmar and Ooredoo Myanmar. Kedua, Myanmar Post and Telecommunications (MPT).

Internet di Myanmar memang sering putus tiba-tiba karena dua operator sering ditekan militer. Bahkan lembaga pemerintahan Myanmar sendiri juga sering putus internetnya.

“Pengguna internet di Myanmar terus meningkat karena permintaan di segala bidang namun meningkat juga pembatasannya,” laporan Telenor Myanmar.

Tahun 2007, pemerintah Myanmar memutus total jaringan internet. Dimulai 29 September hingga 4 Oktober 2007. Tahun 2011, Freedom House melaporkan internet Myanmar sangat tidak bebas dan tidak cepat.

Tahun 2012, wartawan Without Borders menyebut Myanmar sebagai musuh internet dibandingkan Korea Utara.

Tahun 2013, peraturan telekomunikasi diberlakukan sebagai pembatasan kebebasan berbicara. Imbasnya, 38 orang ditahan karena main internet dan bergurau tentang pemerintah Myanmar.

Tahun 2014, Myanmar memanfaatkan jaringan domestik khusus terpisah dari militer. Tahun 2021, kembali dibatasi seperti tahun 2012. Ketika pemimpin Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi menjabat juga tidak ada bedanya. Internet bagaikan musuh pemerintah.

“Anda punya hak untuk mengekspresikan opini di internet kemudian akan dipenjara,” kata Aung Khant Athan, aktivis pro internet Myanmar di Naypyedaw, Senin (1/2/2021).

Dikatakannya banyak pembatasan dan lambat koneksinya. Walaupun menurut laporan World Bank, penetrasi internet di Myanmar sangat baik. “Aung San Suu Kyi ditangkap dan internet diblokir. Netizen Myanmar kembali dilanda ketidakpastian,” keluh Aung Khant Athan. (int/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Internet Myanmar Kembali Dibatasi dan Gagal Akses"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copyright © 2020